Tuesday, March 22, 2016

Menulislah untuk Keabadian

Bismillah,

Tulisan perdana, blog yang baru saja saya buat karena mendadak tadi usai subuhan muncul  keinginan membuat wadah untuk menampung sebagian unek-unek, imajinasi atau ide-ide yang muncul dari lamunan.

Lumayan bingung juga mau menulis apa ya, la wong menulis di kertas saja sudah lupa terakhir kapan, menulis artikel juga ndak pernah, la kok ndilalah batin ini serasa ditodong disuruh menulis. (Arep nulis opo??? sembuarang lah!!! sak kuuarepmuu!!! sing penting kowe seneng!!! hahaha...)

Yo wis...
Tiba-tiba saya teringat kutipan terkenal dari sang legenda sastra negeri ini, Beliau yang terhormat Pramoedya Ananta Toer pernah berkata:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Kutipan yang menurut saya cukup sakti! memberi lecutan semangat saya untuk mulai membiasakan diri belajar menulis. Jatah waktu hidup di dunia sangatlah sebentar, raga tak selamanya sehat, ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup adalah anugerah luar biasa dari Allah SWT yang sangat mubadzir jika dilewatkan dan lenyap begitu saja seiring berjalannya waktu, maka tulisan pembuka ini saya beri judul Menulislah untuk Keabadian. Karena saat kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari . . .